Jombang, 4 Juni 2026 – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang turut mendampingi Bupati Jombang, H. Warsubi, S.H., M.Si., menerima kunjungan studi tiru Pemerintah Kota Prabumulih yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, terkait pengembangan budidaya tanaman cengkeh di Kabupaten Jombang, Kamis (4/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama antardaerah dalam pengembangan sektor perkebunan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Rombongan Pemerintah Kota Prabumulih yang terdiri dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, para asisten, dan kepala perangkat daerah disambut oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang yang dipimpin Bupati Jombang bersama Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, serta kepala perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Jombang menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan Pemerintah Kota Prabumulih yang memilih Kabupaten Jombang sebagai tujuan studi tiru terkait pengembangan budidaya tanaman cengkeh pada kelompok tani binaan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.
Bupati menjelaskan bahwa cengkeh merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Kabupaten Jombang yang banyak dikembangkan di wilayah Kecamatan Wonosalam dan Bareng. Didukung kondisi agroklimat lereng Gunung Anjasmoro yang sangat sesuai, tanaman cengkeh tumbuh dengan baik dan menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi masyarakat setempat.
Saat ini, luas areal tanaman cengkeh di Kabupaten Jombang mencapai sekitar 660,5 hektare dengan produksi cengkeh kering sekitar 363 ton per tahun. Cengkeh Wonosalam juga dikenal memiliki aroma khas yang menjadi salah satu komoditas yang diminati industri rokok kretek nasional.
Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan pasar yang relatif stabil, cengkeh juga memiliki prospek pengembangan yang luas melalui sistem agroforestri. Pemanfaatannya tidak hanya terbatas sebagai bahan baku industri rokok, tetapi juga berpotensi dikembangkan untuk industri minyak atsiri, farmasi, kosmetik, rempah-rempah, hingga berbagai produk olahan lainnya.
Untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang terus melakukan berbagai upaya, mulai dari pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian, penyediaan bibit dan sarana produksi, penguatan kelembagaan petani, hingga program peremajaan tanaman dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa kunjungan studi tiru ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang lebih luas antara Pemerintah Kota Prabumulih dan Pemerintah Kabupaten Jombang. Berbagai peluang kolaborasi dapat dikembangkan, mulai dari pertukaran pengetahuan dan teknologi budidaya, pengembangan benih unggul, peningkatan kapasitas petani dan penyuluh, hilirisasi produk, hingga pembangunan jejaring investasi di sektor perkebunan.
Menurutnya, sinergi antardaerah menjadi salah satu kunci dalam memperkuat sektor pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan. Dengan saling berbagi pengalaman dan inovasi, kedua daerah dapat meningkatkan produktivitas komoditas unggulan sekaligus memperkuat daya saing sektor perkebunan di tingkat nasional.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap dapat terbangun kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat perekonomian daerah berbasis potensi perkebunan yang dimiliki masing-masing wilayah.
Kunjungan studi tiru ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan kelembagaan antara Pemerintah Kabupaten Jombang dan Pemerintah Kota Prabumulih, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor pembangunan pada masa mendatang.