SetdakabJombang– Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang membuka kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (Gemma Bisa) yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (10/6/2026) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SD/MI sederajat dari berbagai sekolah di Kabupaten Jombang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat. Ia menjelaskan bahwa konsep pola makan yang dahulu dikenal dengan istilah 4 Sehat 5 Sempurna kini telah berkembang menjadi konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Dulu kita mengenal konsep 4 Sehat 5 Sempurna sebagai pedoman pola makan masyarakat Indonesia. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang gizi, konsep tersebut kini dipandang belum cukup untuk menjawab tantangan kesehatan dan pola konsumsi masyarakat saat ini,” ujar Sekda.

Menurutnya, perubahan pola makan masyarakat, meningkatnya kasus gizi tidak seimbang, serta masih kurangnya variasi pangan yang dikonsumsi menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional terus mendorong penguatan konsep B2SA sebagai pedoman konsumsi pangan yang sehat. Sekda menambahkan bahwa konsep B2SA bukan sekadar mengganti istilah lama, melainkan memperkuat cara pandang baru bahwa makan tidak hanya bertujuan untuk menghilangkan rasa lapar atau sekadar kenyang.

“Kita perlu memastikan asupan yang beragam, gizi yang seimbang, serta keamanan pangan yang kita konsumsi setiap hari. Kita juga diajak untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis sumber karbohidrat, tetapi memperkaya konsumsi dengan protein nabati dan hewani serta mengoptimalkan potensi pangan lokal yang sangat beragam dan bernilai gizi tinggi,” jelasnya.

Untuk menambah semangat dan pemahaman peserta, Sekretaris Daerah juga mengadakan sesi kuis interaktif seputar gizi dan pangan sehat. Para siswa tampak antusias menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan edukatif, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak mengenai pentingnya menerapkan pola konsumsi pangan B2SA dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Gemma Bisa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman guna mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.